Sebuah kisah
Dulu, dulu sekali, desa Tambakberas hanyalah berupa belantara. Di mana-mana, rerimbunan pepohonan tumbuh. Semak belukar meranggas liar. Sungai, aliran airnya masih jernih membening dan melebar sisi-sisinya.
Saat itu, sekitar abad pertengahan 19, salah seorang murid Pangeran Diponegoro, Kiai Abdus Salam, melarikan diri dari kejaran Belanda. Ia dan kawan-kawannya, menjadi incaran tentara kompeni sesaat setelah Perang Diponegoro. Daerah yang ia tuju, desa Tambakberas.
Saat itu, desa tersebut masih sepi penghuni. Alas masih mendominasi alam Tambakberas.Namun, pada waktu itu, ia dan sejumlah rekannya, punya sebuah keinginan. Apa itu? Kiai Abdus Salam, ingin mendirikan sebuah pesantren. Ia berharap, kelak, melalui pesantren yang ia dirikan, bisa melahirkan kader-kader agama yang kompeten dan piawai dalam mengejawantahkan ajaran-ajaran agama; dengan segala kearifan dan keluhuran budi pekerti.
Pesantren itu awalnya hanya berupa bangunan membujur utara selatan. Panjangnya kira-kira 15 meter. Dari utara-selatan, ada sekitar 5 buah kamar. Setiap kamar, diisi sekitar 5 orang santri, awalnya. Maka, kemudian ada penamaan, pesantren itu disebut pondok "nyelawe", yang artinya pesantren yang dihuni oleh 25 orang santri.
Saat itu, negeri Indonesia belumlah merdeka. Pemerintah kolonial Belanda masih pongah menguasai negeri yang amat subur ini. Kekejamannya tak lagi bisa dilukiskan dengan tuangan kata-kata apapun. Kiai Abdus Salam menyadari, di Tambakberas, ia dan para santrinya tidak hanya berjuang di jalan Allah. Lebih dari itu, mereka juga berjuang melawan Pemerintahan Kolonial Belanda.
Singkat kisah, Kiai Abdus Salam telah menanamkan dasar-dasar ajaran keislaman di tanah Jombang. Khususnya di tanah desa Tambakberas. Menurut sebuah kisah lain, Tambakberas ketika itu, penuh dengan orang-orang jahat. Madat, minum, main perempuan, menjadi kelumrahan sehari-hari. Maka, ia juga turut berjuang menghilangkan hal-hal buruk yang sudah berakar kuat di desa tersebut.
Kiai Abdus Salam, pendahulu para kiai tersohor di Jombang.
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar